Mereka yang memberi Inspirasi dan Imu

Terima Kasih Kepada: Prof. Subanar. PhD (UGM) Prof. Suryo Guritno. M.Stats. PhD (UGM), Prof. Dr. Sri Wahyuni,MSc (UGM) . Dr.rer.nat  Dedi Rosadi M Sc (UGM), Dr.Khabib Mustofa,Msi (UGM),  Dr. Maizar Rahman (OPEC), Dr. Pantelis Cristododulides (OPEC), Dr. Puguh Iriawan (OPEC), Dr. R. Sukhyar (ESDM). Dr.Lobo Balia (ESDM), Ir.Fx Sutijastoto.MA(ESDM), Ir. Agus Cahyono Adi.MTI (BPPT & Dirjen MIGAS)

Baiklah perjalanan belum usai perjuangan masih berlanjut semuanya ada di depanmata tinggal semangat, doa dan berusaha insya alloh.............

 

                            

Kami adalah Muslim

                              
Kami adalah tangan-tangan yang  saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling  mendahulukan. Kami adalah tubuh-tubuh yang  saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang  saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan. Kami adalah Muslim

Sumber : http://www.eramuslim.com/atc/oim/459486bb.htm

Francois de la rochefoucauld

tidak ada yang tak mungkin; selalu ada jalan kemanapun, dan jika kita memiliki keinginan berarti kita memiliki kekayaan. hampir tidak ada alasan untuk mengatakan sesuatu itu mustahil

Francois de la rochefoucauld
sastrawan prancis abad 17

Bukan Ulama/Kiyai Tapi Cuma Da'i biasa...

Ada yang perlu diluruskan bahwa figur seperti A* G** dan beberapa dai kondang yg muncul ditengah masyarakat kita belakangan ini bukanlah ULAMA/Kiai(yang Minimal belajar di pesantren 15 tahun) melainkan hanya DAI Biasa saja, sejauh ini yang di ketahui selama mengikuti pendidikan pesantren para ulama biasanya mengajar santri atau masyarakat dengan langsung membahas isi,hukum islam melalui berbagai sumber hukum islam seperti al qu'an,hadits,pendapat para ulama dalam berbagai mazhab yg ada dan bukan sekedar memberi nasehat saja berupa tausiah biasa seperti kebanyakan dai yg populer dilayar kaca belakangan ini. beberapa kriteria seseorang mencapai tahap ulama antara lain menguasai bahasa arab,hafal al qur'an,hadits,sanggup membaca kitab,menguasai fikih perbandingan melalui pendapat ulama dalam mazhab dll. meskipun demikian patut diakui para dai yg bukan ulama justru menyampaikan dakwah islam lebih menarik masyarakat kita yg kebanyakan masih awam dalam syariah karena dulunya belum pernah nyantri samasekali, daripada para ulama ahli yg mungkin terkesan monoton. Jadi harus dibedakan istilah antara ULAMA/Kiyai dan Dai.waulohualam bisawab......

Jalan Setapak di Negeri Feodal

Mono-log: Jalan Setapak di Negeri Feodal 

(dedicated 4 TheAm PhoeK)

Ya... ya... jadii..... Hampir selama berpuluh-puluh tahun sepasang mata ini selalu memancarkan kata kekaguman akan simbol-simbol yang hampir selama 12 tahun direkam oleh otak ini sebagai pelajaran wajib, dasar dan formal.

Namun selama itu pula selalu tibul pertanyaan akan kebenaran yang diyakini oleh hati ini sangat absurd . Anneh......

Namun semua itu hilang dan terlupakan dengan pelajaran menelan mentah-mentah yang menjadi santapan sehari-hari yang secara tidak langsung diajarkan lingkungan ini... ya... lingkungan....

Alhasil sebagian besar dari mereka masih selalu kagum dan bangga akan simbol-simbol dan pangkat-pangkat yang sebenarnya tiada arti tanpa isi dan tidak memiliki urgensi yang jelas.

Tidak cukup sampai disitu ternyata penjajahan pun masih terus berlanjut dari pemikiran sampai budaya yang ada semuanya ditelan habis, coba lihat baju-baju berubah dari batik-batik si-mbok yang ditemukan di nusantara dan di patenkan oleh malaysia. Ternyata eh ternyata.... jaman sekarang berubah dan lebih memilih  pakaian made in “Londo” yang bergambar kuda sapi ato apa lah..... entah....

Annehnya Ada juga pakaian yang harganya 1000 kali lipat harga sarung yang menutupi pusar sampai mata kaki. Tapi yang ini beda loh..... puser aja ga ke tutup bahkan lutut  pun ga ketutup.... ya... semuanya made in “Londo” ........

Masyarakat pun mulai terbiasa membeli sesuatu karena mode, trend bukan karena kebutuhan... ya kita masih dijajah... tidak ada lelah-lelahnya setelah 350 tahun oleh “Londo”dan 3,5 thn sama saudara tua........

Orang-orang pun lebih memilih bahasa “Londo” dari pada bahasa ibu atau bahkan mencampur bahasa dan dialek yang indah dengan bahasa “Londo” .yap!! kebanggaan pun kini telah hilang....

 Mungkin inilah jalan setapak di negeri feodal... namun aku yakin masih ada jalan lain yang lebih baik dan indah.... tanpa pembodohan tanpa korupsi tanpa penjajahan.... jalan setapak lain yang harus kita mulai bangun dari diri sendiri. ya!! Diri sendiri....

Hanya satu jalan. Ber agamalah yang baik dan benar sehingga semuanya tetap pada jalurnya....... Belajarlah dengan bersemangat sehingga kita semua pintar dan tidak dijajah.... jagalah kesehatan dan kebersihan sehingga hidup ini lebih indah dan produktif...... taati peraturan dan cobalah untuk tertib, sopan, disiplin dan beradab...... selanjutnya berusaha ,rencanakan dan kerjakanlah sekarang juga!!!   

 
Salam

=====

 

goodnight........

Laying here, singing my lullaby. Letting time pass me by. Counting stars in the sky. And don't let the bedbugs bite. Just turn off the light. Make me feel all right. Bidding farewell and goodnight 

kangen kuliah euy......

Duh..kapan ya bisa kuliah lagi..hehe..dulu pas kul sering bgt bolos2 sama ga ngrjain tugas..eh..sekarang kayanya pengen bgt kul lagi... "Tapi mana mungkin membaca saja aku sulit" huehehehe..semoga gak lama lagi Amin ya 4JJ1..

Ternyata Indonesia Itu (SUMATRA-part)

Tenyata indonesia...,  masih dalam misi yang sama... pulau sumatra ternyata tanah yang kaya... namun sayang fisilitas kurang berkembang... daerahnya hanya  habis ter eksploitasi. lagi-lagi merupakan daerah lumbung energi yang kekurangan energi.... tak jauh berbeda dengan kalimantan lahan  masih banyak yang bisa  dimanfaatkan  namun infrasituktur  kurang memadai jalan hancur..... dll dll.... yap... semoga keadaan di masa yang datang lebih baik.... amin..........

Ternyata Indonesia itu....... (BORNEO-Part)

Dua minggu yang lalu tepatnya saya bekesempatan untuk menginjak bumi BORNEO bertempat  di kalimantan timur selama kurang lebih satu minggu untuk kepentingan kajian di desa2 terpencil. dengan subjek konsumsi energi kaum duafa, ternyata di daerah yang kaya akan energi itu masyarakat kesulitan untuk mendapatkan energi. Biaya hidup mereka sangat tinggi namun masih banyak yang bisa di karjakan disana masih banyak lahan batubara yang bisa di gali masih banyak pohon yang bisa di manfaatkan masih banyak lahan kosong yang bisa di tanami. sebenarnya bumi indonesia itu kaya... Bagaikan mahatma gandhi yang dimasa hidupnya pernah menglilingi penjuru hindustan untuk melihat kaum miskin... seharusnya pemerintah pun jika berkunjung ke daerah kunjungilah desa2 nya jangan cuma dateng ke kotanya yang udah disiapin jalan bagus... hotel mewah........ ya ampun...... pantesan desa-desa terpencil tetap gak tersentuh... jalan nya hancur ternyata eh ternyata............... whuh.... indonesia... semoga kembali bangkit menuju kejayaan nya... amin....

Pelajaran

 Aku telah belajar untuk diam dari orang yang banyak omong, belajar toleran dari orang yang tidak toleran, dan belajar menjadi ramah dari orang yang tak ramah; namun, sungguh aneh, aku tak berterima kasih pada orang-orang ini. (Kahlil Gibran)

 
 
Fastabiqul Khairat ..

"Berlomba-lomba dalam kebajikan"
Winarto Rasul <wienereply@yahoo.com>